| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 2 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 1 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 21 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
12 Desember 2020 22:58:07 751 Kali
Sabtu, 12 Desember 2020 telah dilaksanakan Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat di lingkungan Balai Banjar Panti Giri Desa Kutuh. Sosialisasi kali ini di bawakan langsung oleh Sanitarian UPTD Puskesmas Kuta Selatan, Ibu Ni Ketut Sri Andayani A.Md., Keb. dan Bidan Puskesmas Desa Kutuh, Ibu Ni Ketut Sri Kurniati, A.Md., Keb. Kegiatan kali ini juga dihadiri langsung oleh PJ. Perbekel Desa Kutuh, Kelian Dinas Banjar Panti Giri Desa Kutuh, Kesra Desa Kutuh, Perwakilan Posyandu Desa Kutuh, Pecalang Desa Kutuh, dan Seka Truna Truni Giri Mustika Werdhi Banjar Panti Giri.
Pemicuan 5 Pilar STBM bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terkait pentingnya berprilaku higienis dan menyelesaikan permasalahan sanitasi yang dihadapi. 5 pilar yang dimaksud meliputi, mengeluarkan sampah dengan benar, tidak membuang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, dan mengelola limbah rumah tangga dengan aman.
Kesadaran masyarakat dalam mencuci bersih pampers bayi maupun pembalut wanita yang telah dipakai masih sangat rendah. Pembuangan pampers bayi maupun pembalut wanita tanpa dibersihkan terlebih dahulu dapat memicu penularan penyakit jika sampah tersebut berserakan di jalanan maupun disekitar lingkungan lainnya. Penyakit dapat ditularkan oleh faktor pembawa yakni lalat. Lalat tersebut dapat menularkan penyakit ke manusia dengan menempel pada makanan yang akan dikonsumsi. Pembuangan pampers/pembalut yang sudah dipakai sangat perlu dicuci bersih terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tong sampah. Penyebaran penyakit yang ditularkan oleh lalat juga dapat bersumber dari prilaku masyarakat yang sering BAB sembarangan. Perlu diketahui bahwa prilaku ini dapat berisiko menimbulkan penyakit tifus dan diare. Sangat perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam membangun jamban dan menggunakannya.
Kegiatan ini juga menjelaskan prilaku masyarakat yang sering mencuci tangan dengan menggunakan air dalam 1 wadah, yang dimana hal ini juga dapat menimbulkan penularaan penyakit. Cuci tangan yang benar terdiri dari 6 langkah dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Penggunaan tisue dalam mengeringkan tangan sangat disarankan, bila ingin menggunakan lap maka perlu dipastikan lap tersebut sudah bersih. Selanjutnya mengenai pengolahan air minum dan makanan yang aman. Secara fisik air minum yang layak dikonsumsi haruslah bening atau jernih, tidak meninggalkan endapan, tidak berbau, tidak berasa (tawar) serta tidak terdapat benda-benda aneh didalamnya. Kualitas air minum juga harus memenuhi syarat mikrobiologi dan klinis. Makanan juga sangat perlu dimasak secara matang, dikarenakan makanan yang telah dimasak secara efektif membunuh bakteri yang terdapat pada makanan. Namun ada juga beberapa makanan yang dapat dikonsumsi secara mentah seperti buah dan sayur. Makanan yang kita beli juga harus diperhatikan dalam kondisi fresh dan layak untuk dikonsumsi. Berikutnya terkait limbah rumah tangga yang berasal dari cuci mencuci dan hasil memasak harus diberlakukan berbeda dengan limbah yang berasal dari kotoran manusia. Limbah rumah tangga juga tidak boleh dialirkan sembarang keselokan-selokan, yang akhirnya dapat mencemari lingkungan.
Informasi yang telah disampaikan oleh narasumber sangat menarik dan bermanfaat. Melalui sosialisasi ini berarti masyarakat telah berkomitmen untuk melaksanakan 5 pilar STBM secara mandiri sehingga mampu meningkatkan masyarakat yang peduli akan hidup sehat.
credit : wida parwati
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran