| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 7 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
29 Juli 2020 08:22:49 566 Kali
Dampak pandemi covid-19 memang begitu berpengaruh pada dunia bisnis dan ekonomi. Dalam waktu yang cukup singkat, pola pemasaranpun berubah terlebih ketika mulai diberlakukannya social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Sebagai strategi ditengah pandemi covid-19 ini, para pelaku bisnis memutar otak dan mulai mengoptimalkan pemasaran online dan digital branding sebagai sarana komunikasi untuk menggait konsumen. Proses pemasaran online atau online shop sebenarnya telah banyak digunakan sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun dimasa pandemi covid-19 ini keberadaan online shop kian meningkat. Online shop sendiri memang menjadi salah satu solusi bagi pencinta shopping, terutama dengan segala kemudahan yang diberikan.
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pengusaha online shop di Desa Kutuh, penggunaan digital branding sebagai sarana pemasaran sebenarnya tidak serta merta memastikan penjualan akan tetap meningkat di masa ini. “Dalam situasi pandemi ini belum ada kerugian, karna kita membuat sendiri tanpa adanya karyawan. Hanya penurunan omset karena daya beli masyarakat selama pandemi menurun” ujar I Ketut Alit Suarsa selaku pemilik online shop My Pizza. Dirinya juga mengatakan bahwa online shop miliknya tetap berjalan seperti biasa dengan tetap memberlakukan sistem antar sampai rumah dan Cod (Coustemer Order Delivery). Beberapa pengusaha online shop lainnya seperti 23Makeupstore yang dikelola oleh Ni Putu Mira Dwi Astuti juga mengatakan bahwa usaha nya tidak mengalami kerugian, online shop miliknya tetap berjalan dengan sistem ambil kerumah agar lebih meminimalisir pertemuan dengan banyak orang.
Berbeda dengan My Pizza dan 23Makeupstore, Ni Made Juniastuti pemilik online shop Brysoncollection menjelaskan bahwa pada awal pandemi covid-19 ia sempat menutup online shop miliknya karena tidak ingin melakukan kontak langsung ketika melakukan proses Cod. “Waktu awal-awal sempet tutup karena orang tua khawatir, dan mulai buka lagi setelah new normal tapi sejauh ini belum ada kerugian karna kita sistemnya open PreOrder jadi kalau ada yang pesen baru kita proses jadi masih aman-aman aja”. Menurutnya, usaha online shop dimasa pandemi ini lebih aman untuk dilakukan, selain itu dapat menjadi alternatif masyarakat yang ingin berbelanja namun harus tetap mengikuti aturan PSBB.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran