| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 7 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
27 Oktober 2021 15:22:49 367 Kali
Masyarakat Desa Kutuh merasa sangat beruntung atas kedatangan salah satu Menteri Indonesia yakni Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Menteri pada Minggu (24/10/2021). Kedatangan beliau tidak lain dikarenakan Desa Kutuh terpilih menjadi satu-satunya desa tempat pembuatan Video Kampanye Informasi Pembangunan Desa Kategori Tipologi Desa Ekonomi Tumbuh Merata.
Pembuatan Video Kampanye Informasi ini sebagai bahan kampanye agar dapat dicontoh oleh desa lain dengan tipologi yang sama di Indonesia. Dengan pola sinergisitas yang dibangun oleh desa salah satunya desa adat kutuh, akhirnya Pak Gus Menteri secara langsung memilih Desa Kutuh sebagai contoh untuk desa-desa di seluruh Indonesia. Terpilihnya Desa Kutuh bukanlah suatu keberuntungan semata, melainkan karena Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang seimbang baik Desa Dinas dan Desa Adat dalam pengembangan pembangunan desanya. Dalam pembuatan video kampanye informasi ini Gus Menteri mengunjungi beberapa objek wisata Desa Kutuh yakni Pantai Pandawa untuk melakukan pembukaan Fun Cycling Pandawa Harmoni, Pantai Gunung Payung dan Lapangan Sepak Bola I Ketut Lotri untuk bermain bola bersama anak-anak SSB (Sekolah Sepak Bola). Gus Menteri juga melihat secara langsung sinergisitas pembangunan desa antara Pemerintahan Desa Dinas dan Desa Adat Kutuh dengan meninjau stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Kutuh, melihat Pengelolaan usaha desa yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMDA) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sembari makan siang bersama di Warung Bu Kampil dalam menengok Proses Pembuatan Sambal Tabie Tuh, mencicipi masakan laut khas Desa Kutuh di Café Pandawa, dan upaya Pemerintah Desa Kutuh menumbuhkan perekonomian masyarakat lainnya. Terakhir beliau juga melakukan kunjungan ke Kantor Desa Kutuh dan berbincang-bincang lebih banyak bersama Perkebel Desa Kutuh, Bapak I Wayan Mudana, ST dan Jro Bendesa Adat Kutuh, Jro Mesir mengenai sinergisitas Pemerintahan Desa Dinas dan Desa Adat serta proses penyusunan kebijakan Desa Dinas dan Desa Adat.
Dalam acara Ngorto (Ngobrol Bareng Tokoh) dengan KIM Desa Kutuh, Gus Menteri menyampaikan bahwa upaya Kementerian Desa bersikap regulative meliputi berbagai kelembagaan, sesuai dengan SDGS ke 18 kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. Ini beliau temukan di Desa Kutuh dimana betul-betul bisa satu sinergi dan kolaborasi antara Desa Adat dan Desa Dinas. Hal yang selalu beliau gaungkan kepada seluruh desa di Indonesia, bahwa kita tidak boleh merencanakan dan membangun desa keluar dari budaya setempat yang dimiliki. Dalam pengimplementasiannya, regulasi yang dibuat oleh Kementerian Desa seperti pemanfaatan dana desa untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Saya dengar Pemerintahan Desa Kutuh telah memberikan beasiswa kepada masyarakat desa yang berpotensi ini jelas berbicara mengenai pengembangan SDM itu tadi, berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi yang merata lalu diikuti dengan terus meningkatkan sumber daya manusia itu adalah salah satu langkah yang sangat ideal yang kita temukan didesa” Ujar Gus Menteri memuji program yang telah direalisasikan oleh Desa Kutuh.
Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada level desa, dana desa digunakan untuk berbagai pertumbuhan perekonomian desa misalnya support untuk pertumbuhan dan UMKM atau mengkonsolidasi berbagai usaha yang telah dijalankan oleh masyarakat melalui BUMDES dan BUMDA. Hal terpenting adalah berbicara mengenai pemasukan yang merupakan prioritas utama Desa tanpa kemiskinan, sesuai perintah Presiden Republik Indonesia agar ditahun 2024 Indonesia nol kemiskinan ekstrim atau kemiskinan kronis sehingga dana desa ini sepenuhnya diserahkan kepada kreativitas dari desa itu sendiri dengan melibatkan seluruh komponen desa meliputi Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Dinas dan Desa Adat serta seluruh masyarakat. Dengan adanya video kampanye informasi desa ini, maka diharapkan seluruh desa di Indonesia dapat merealisasikan dan mengembangkan desanya masing-masing dengan menggunakan dana desa yang telah diberikan.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran