| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 7 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
12 Juni 2022 12:52:17 176 Kali
Selain Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Balita yang diselenggarakan secara rutin tiap bulannya oleh Pemerintahan Desa Kutuh, sentuhan kepada para remaja pun dilakukan melalui Posyandu Remaja.
Hari ini minggu, 12/06/2022 kegiatan Posyandu Remaja kembali dilaksanakan di Ruang Graha Sabha Kantor Perbekel Kutuh.
Terlihat peserta yang datang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari bulan-bulan sebelumnya, diantaranya berasal dari SMP, SMA, sampai perwakilan STT masing-masing banjar yang ada di Desa Kutuh.
Selain melakukan pemeriksaan dan pengecekan rutin terhadap tumbuh kembang remaja, kegiatan yang diselenggarakan atas kolaborasi Pemerintah Desa Kutuh, Karang Taruna, dan Puskesmas Kuta Selatan ini disisipkan penyuluhan tentang dampak konsumsi tembakau jenis rokok pada remaja.
Narasumber Ni luh Putu Hartaningsih, A.Md. Keb selaku Bidan promosi Kesehatan puskesmas kuta selatan pada kegiatan ini melakukan sosialisasi tentang dampak rokok dan zat-zat yang terkandung didalamnya.
Dalam kesempatannya Putu Hartaningsih menyebutkan pentingnya para remaja untuk tahu lebih dalam tentang urgensi dan pentingnya mengontrol konsumsi rokok.
Mengacu dari data Kemenkes dirinya mengungkap bahwa peningkatan signifikan konsumsi rokok terjadi pada anak usia 10 sampai 18 tahun sejak 2017 sampai saat ini. Hal ini menurutnya sangat penting bagi para orang tua dan masyarakat untuk mengawasi perkembangan anak-anak remaja dilingkungannya.
Vape atau rokok elektrik yang belakangan diisukan lebih aman daripada rokok tembakau batang, menurut Hartaningsih juga sama saja bahayanya.
“Badan Kesehatan Dunia WHO sudah mengeluarkan himbauan tentang bahya rokok elektrik/ vape dengan rokok Batangan memiliki tingkat resiko yang sama karena sama-sama mengandung bahan kimia dan zat adiktif”, Ujar Nya
Senada dengan Putu Hartaningsih, Wayan Mudana selaku Perbekel Kutuh yang hadir langsung memantau kegiatan juga menghimbau kepada para anak-anak remaja yang hadir untuk sebisa mungkin dapat menghindari konsumsi rokok pada usia yang terlalu dini, karena akan mengurangi produktifitas mereka.
Sebagai pelaku olahraga dan mantan atlet nasional, Wayan Mudana juga menyampaikan kekhawatirannya dengan peningkatan konsumsi rokok pada remaja akan berpengaruh pada pertumbuhan kader olahraga khususnya di Desa Kutuh, dimana saat ini jumlahnya sangat minim.
“Tiang sangat was-was juga melihat konsumsi rokok yang meningkat pada remaja kita. Disatu sisi kita telah mengupayakan agar olahraga kita bertumbuh melalui pembinaan yang sudah kita lakukan. Namun, dengan mengkonsumsi rokok ini akan mengurangi produktifitas mereka, baik itu stamina maupun kesehatan. Sosialisasi sangat penting dilakukan, bersyukur kita telah melakukan kolaborasi dalam kegiatan posyandu ini”, Tutur Wayan Mudana.
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran