| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 3 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 1 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 21 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
18 Januari 2023 13:47:59 288 Kali
Penulis : I Wayan Lugraha
Hari suci Siwaratri merupakan hari khusus pemujaan kepada Dewa Siwa salah satu manifestasi Ida Sanghyang Widi Wasa. Siwaratri juga dimaknai sebagai malam renungan suci, malam peleburan dosa. “Kata Siwaratri sendiri berasal dar dua kata yaitu “Siwa” dan “Ratri”. Siwa artinya Tuhan (sekta Siwa Siddhanta), atau dalam bahasa sansekerta berarti baik hati, harapan dan memaafkan. Sedangkan Ratri/Latri berarti malam yang dimaknai sebagai kegelapan (kepetengan). Digabungkan membentuk kata Siwaratri dengan makna puncak malam Siwa.
Sehubungan dengan itu umat Hindu pada hari suci ini melaksanakan kegiatan yang mengarah pada usaha penyucian diri, penyadaran tentang hakekat diri yang diliputi kegelapan (awidya) untuk sadar, bangkit menuju yang ” terang galang”, kebenaran (widya) atas wara nugraha Sang Hyang Siwa.
“Sebagai malam renungan suci umat wajib (?) melakukan evaluasi atau instrospeksi diri atas karma/perbutan yang dilakukan selama ini. Pada malam pemujaan Siwa kita mohon diberi tuntunan agar dapat mengimbangi karma buruk selama ini melalui simbolik Siwaratri.
Agar harapan makna Siwaratri dapat dirasakan maka sebaiknya melaksanakan beberapa ritual/ brata seperti:
Astu santi rahayu
Pada artikel ini
Untuk artikel ini
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran